Latest Post

Al-Qur’an, Akhir Ramadhan, dan Pergerakan Esensi Kepribadian

Mazhab mu’tazilah sebagai mazhab aqidah ultra rasionalis dalam Islam nampaknya perlu merevisi pendapatnya yang menyatakan bahwa akal dapat mengetahui hukum dan kebenaran dari Allah tanpa perantara Rasul dan Kitab-Nya. Dalam buku The God Delusion, sang penulis, Richard Dawkins cukup berhasil membuktikan secara rasional bahwa hampir pasti tidak  ada Tuhan dan ateis bisa bahagia, seimbang, bermoral, dan terpenuhi secara intelektual. Tentunya ini menjadi sangkalan empirik terhadap pendapat kaum mu’tazilah ataupun neo-mu’tazilah yang terlampau batas mendewakan akal dalam menalar baik-buruk dalam perspektif Islam.

Teisme atau kepercayaan terhadap adanya Tuhan yang merupakan asas dalam Islam (La Ilaha Illallah) diruntuhkan begitu saja oleh akal. Jadi saya kira perlu porsi besar teks dalil dari Al-Qur’an untuk menjadi patokan mencari kebenaran dalam menjalani hidup sebagaimana diyakini mazhab asy’ariyyah. Walau demikian, akal tetap bisa menentukan kebenaran walau kadang keliru karena menyelisihi Al-Qur’an sebagaimana diyakini mazhab maturidiyyah. Continue reading