Manusia Sejarah

Sejarah merekam semua tokoh dan perjalanannya dalam kehidupan ini. Tidak ada yang luput dari rekaman sejarah. Dari mulai penaklukan-penaklukan yang dilakukan oleh Alexander The Great sampai jatuhnya apel Newton semuanya termuat dalam sejarah.

Tapi ada yang menarik dalam sejarah. Sebagian tercatat dan sebagian lainnya tidak tercatat. Mungkin karena terlalu banyak peristiwa dalam kehidupan ini. Sejarah satu orang saja tidak mungkin ditulis dalam satu jilid buku yang besar. Mugkin juga terlalu sulit untuk mengingat semua peristiwa tersebut sehingga tidak bisa ditulis. Apa  yang dilakukan seseorang kemarin, hari ini belum tentu diingat olehnya apalagi oleh orang lain. Mungkin juga terlalu irasional untuk menuliskan semua peristiwa karena hanya membuang-buang waktu.

Kemudian sejarah yang tercatat pun menarik. Tidak semua orang masuk dalam catatan sejarah tersebut. Sebenarnya siapakah mereka yang tercatat dalam sejarah? Apa yang mereka lakukan sehingga layak dimuat dalam catatan sejarah? Kenapa yang termuat dalam catatan sejarah tersebut ada yang dikagumi dan dipuji oleh orang-orang yang membacanya? Tetapi kenapa ada juga yang dibenci dan dicaci maki?

Merekalah manusia sejarah. Merekalah yang melakukan kerja-kerja besar sehinga mempengaruhi kehidupan manusia dengan berbagai skala geografisnya. Mereka yang melakukan kerja-kerja besar yang manusiawi, luhur, dan terhormat akan diberikan penghargaan kemanusiaan. Adapaun mereka yang melakukan kerja-kerja besar atas kedzoliman, kerusakan, kesesatan akan diberikan gelar-gelar rendah, hina, dan cacian. Ini kaidah umum. Realitanya selalu ada distorsi.

Selalu ada manusia-manusia sejarah yang pasti terbebas dari kekhawatiran distorsi sejarah. Mereka tidak peduli dengan penghargaan kemanusiaan dan cacian. Jiwa mereka merdeka. Merekalah manusia sejarah yang melakukan kerja-kerja besar kemanusiaan dunia dan akhirat. Mereka senantiasa berusaha memberikan manfaat bagi manusia di dunia. Mereka juga selalu berusaha mengajak mereka agar menempuh kehidupan terhormat yang akan menyelamatkan mereka di akhirat.

Nampaknya tidak cukup bagi kita hanya menjadi manusia sejarah. Kita  juga harus menjadi pemburu akhirat dan mengajak orang lain mengikuti kita. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al-Qoshos : 77).

3 thoughts on “Manusia Sejarah

  1. Pingback: Quwwatu Tahammul | diki's weblog

  2. Pingback: Kesadaran akan Masa Depan | diki's weblog

  3. Pingback: Menjadi Manusia Sejarah, Kesadaran akan Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s