Kepemimpinan Profetik (NLC Part III)

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (Al-Baqarah : 151)

Banyak model kepemimpinan yang ditawarkan oleh berbagai leadership conceptor dari berbagai bangsa terkait berbagai sektor kehidupan. Semua model ditawarkan berdasarkan kaidah empirisme dan mengarah kepada capaian-capaian import achievement.

Hal ini memang tidak bertentangan dengan salah satu out put harapan PPSDMS berupa  pemimpin yang mampu menjadi mahasiswa berprestasi, ketua organisasi, juara-juara lomba, student exchange participant dan sebagainya. Akan tetapi keberhasilan PPSDMS bukan diukur oleh capaian-capaian itu, melainkan diukur oleh seberapa banyak lahirnya pemimpin-pemimpin yang berkarakter, yaitu pemimpin yang memiliki kapasitas kepemimpinan profetik(prophetic leadership) yang merupakan kepemimpinan model Rasulullah. Dengan demikian model kepemimpinan ini sangat erat kaitannya dengan pemahaman makna hidup.

Secara sederhana Prof. Dr. Kuntowijoyo mengambil intisari dari QS. Ali-Imron 110 untuk mendefinisikan kepemimpinan profetik. Beliau menyebut profetik memiliki 3 (tiga) misi: humanisasi (al amru bil ma’ruf), liberasi (an nahyu ‘anil munkar), dan transendensi (al iman billah). Humanisasi adalah usaha untuk memanusiakan manusia. Berusaha mengangkat derajat mereka dengan menyerukan risalah kebenaran. Liberasi adalah usaha membebaskan manusia dari penghambaan kepada ciptaan (makhluk) -termasuk materi dalam artian harta- menuju penghambaan kepada Allah. Sedangkan transendensi adalah usaha untuk menyadarkan manusia tentang esensi dan eksistensi ketuhanan.

Dengan demikian, asrama yang ditinggali peserta PPSDMS tidak dipakai untuk tidur sepuas-puasnya! Karena jika kita bercermin terhadap misi-misi profetik, maka kita akan sadar bahwa asrama harus menjadi pusat peradaban, markas pergerakan, dan inkubator pemimpin masa depan.

Kemudian berkaitan dengan ayat di awal tadi (Al-Baqarah : 151), ada tugas yang harus diemban oleh pemimpin yang memiliki prophetic leadership character, yaitu : membacakan ayat-ayat-Nya (at tilawah), mensucikan jiwa (at tazkiyah), memberi pengajaran (at ta’lim), dan menguasai informasi dan dinamika kehidupan.

Jika kepemimpinan profetik ini terinternalisasikan dalam jiwa-jiwa peserta PPSDMS, maka optimisme akan terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta bukan lah utophia belaka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s