Jika Aku Menjadi …… #CS1

Tulisan ini sebenarnya milik teman saya yang dibuat sebagai press release bergaya tulisan bebas tentang kegiatan Contribution on the Spot, yaitu bagian dari kegiatan PPSDMS-NF (Program Pembinaan Sumberdaya manusia Strategis-Nurul Fikri) setiap dua pekan sekali. Di sini menceritakan aktifitas dia dan timnya –termasuk saya-  selama kegiatan tersebut berlangsung. Kadang bahasa dalam tulisannya agak alay juga, hehe. Selamat membaca!

Semangat untuk terus berkontribusi terus mengalir di darah kami. Darah kami bergejolak ketika kami mendengar kata  kotribusi. Semangat untuk bermanfaat bagi orang lain mungkin telah mendarah daging di kami ini. Semangat yang bisa membuat orang lain tersenyum dengan apa yang bisa kami lakukan kepada mereka. Bukan pencitraan dan juga bukan menjadikan mereka sebagai kelinci percobaan terhadap ilmu-ilmu yang kami dapatkan di asrama. Semata-mata kami ingin menjalankan sunnah Rasullullah, menjadi orang yang terbaik yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan bukan dalam artian dimanfaatkan tentunya.

Kami berlima. Kami adalah orang-orang dengan ambisi besar dan kami kelak adalah orang-orang besar di dunia ini kelak, Aamiin Ya Allah! Kami adalah orang dengan segudang impian yang kami yakin pasti bisa terwujud. Kami bukan pemimpi tapi kami orang yang berani bermimipi dan kami adalah Aa Diki, Aa Eka, Aa Malindo, Aa Machruz dan yang spesial Aa Ijul, jreng-jreng.

Hari Selasa, 31 Juli 2012 kami memulai niatan yang baik tadi dari breafing di asrama. Ada muncul bermacam-macam ide. Ada yang tampil dengan ide realistisnya dan ada juga dengan ide-ide konyolnya. Semua ide menarik tapi ada bebearapa hal yang harus dipertimbangkan mengingat medan dan waktu yang terbatas. Setelah tarik ulur, lobi pendapat, mempertahankan argumen dan sebagainya diantara kami berlima, kami menyepakati dua kontribusi yang bisa kami lakukan pada hari itu. Pertama menolong petugas kebersihan di sekitar taman rektorat dengan targetan sepanjang taman rektorat dan yang kedua jadi guide campus tour  gratis untuk anak-anak baru angkatan 49 IPB yang masuk lewat jalur tulis di sekitar GWW dengan targetan  minimal 10 orang. Kebetulan hari ini adalah hari untuk registasi mereka di asrama. Kami juga mempersiapkan rencana altenatif jika kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Alternatif pertama kami akan menggantikan tugas satpam parkir IPB untuk beberapa jam sebagi bentuk apresisasi kami kepada tugas merka yang begitu mulia dan alternatif kedua kami akan langsung ke asrama TPB bekerjasama dengan Senior Resident asrama TPB untuk menawarkan jasa gratis kami.

Jam 08:00 kami sudah sampai di si taman rektorat.Tanpa berlama-lama kami langsung action on the spot. Rencana pertama langsung dieksekusi. Kami berdiskusi  sebentar dengan petugas kebersihan taman rektorat yang kebetulan lagi menyapu. Si bapak kelihatan letih sekali. Raut mukanya menunjukan dia sudah berumur 70-an.

“Pak Kami dari dari asrama PPSDSM ingin membantu bapak untuk meyapu taman ini”, ujar Aa Eka

“O ya pak nama saya Eka, mahasiswa  IPB.”

“Saya Pak Onin.”

“Bagaimana pak, boleh?”

“Boleh-Boleh”, si bapak terlihat senang dan ada sedikit senyuman diwajahnya.

Sapu lidi ditangan beliau langsung diserahkan kepada kami dan beberapa saat kemudian teman-teman sapu lidi yang lainnya juga berdatangan (diambil lagi sama si bapak). Wah si bapak benar-benar butuh tenaga kuli kami kayaknya, hehe.

Saat kami tengah berasyik-asyik dengan sapu lidi kami muncul seoarang bapak berpakain dinas. Ada apaan nih kami pikir, jangan-jangan kami melakukan kesalahan yang tak bisa dimaafkan, wow. Wah gawat nih. OH TIDAK! Wah bisa-bisa nama baik PPSDMS tercemar gara-gara kami.

“Lagi ngpain dek?”

“O ya pak kami dari asrama PPSDMS ingin melakukan kontribusi disini dan bentuk nyata yang kami lihat disini adalah membantu petugas kebersihan taman disini.”

“Boleh-boleh dek, silahkan aja! Saya sangat senang kalau ada mahasiiswa yang peduli terhadap lingkungan kampus. Kalian nih contoh mahasiswa yang akan memberikan perubahan kelak. Sekarang susah mencari mahasiswa kayak kalian.Ya kalau bisa tiap hari aja kalian kesini bantuin dan beresin beberapa masalah di taman ini. Itu tuh bangku-bangku disana itu dicoret-coret gak jelas. Yang pake buat pacaran juga banyak. Saya sendiri kan di Faspro nih jadi saya tidak ada wewenang terhadap masalah begituan, saya bilang ke UKK juga tidak ada wewenang katanya, UKK wewenangnya cuma masalah keamanan. Jadi saya bingung dan saya berharap ada mahasisiwa yang peduli. Alhamdulillah kalian lah orangnya,” ujar si bapak berpanjang lebar.

Ada sedikit rasa bangga di hati kami sekaligus terharu. Kami besyukur akhirnya terlaksanakan juga niat kontribusi kami.

Rencana  satu selesai dan langsung kami mulai rencana dua. Akan tetapi di luar dugaan ternyata anak-anak baru angkatan 49 IPB udah mulai bubar. Jadi kami langsung meninggalkan taman rektorat dan menyelesaikan contribution report untuk dikirim ke supervisor kami di asrama PPSDMS Bogor.

Dari kiri ke kanan : Aa Diki, Aa Ijul (penulis), dan Aa Machrus

Aa Malindo sedang menyapu

Aa Eka sedang menawarkan jasa campus tour guide gratis

Pak Onin, petugas kebersihan taman rektorat IPB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s